Ketua DWP DKPP, Debbyla Chusnul, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan potensi pertanian lokal kepada para anggota Dharma Wanita DKPP Kota Bogor dan Perumda Tirta Pakuan yang merupakan para wanita atau ibu rumah tangga.
Pasalnya AEWO Mulyaharja merupakan “surga tersisa” yang ada di Kota Bogor dengan luas sekitar 23 hektar. Dari 23 hektar ini, tiga hektare sawah di AEWO Mulyaharja ditanami padi organik dan telah bersertifikasi sejak 2015.
Beras organik yang sudah di panen ini akan dijual dengan harga Rp 20 ribu/kg.
“Harapan kami kegiatan seperti ini bisa memperkuat peran perempuan di sektor pertanian dan ketahanan pangan, tanpa melupakan peran utama kita di rumah tangga sebagai istri, seperti yang diperjuangkan Ibu Kartini,” katanya. (*)








