SANGA.ID. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) / Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menargetkan 2000 akseptor baru kontrasepsi keluarga berencana (KB) pria vasektomi selama dua hari pelayanan serentak, 21-22 April 2025. Jumlah tersebut dibidik untuk mengatrol capaian KB pria yang terbilang masih sangat rendah jika dibandingkan dengan kontrasepsi bagi perempuan.
“Kami menargetkan 2000 akseptor, tepatnya 1988 akseptor di seluruh Indonesia. Hari ini di Majalengka sudah 58 orang. Targetnya 100 akseptor. Jumlahnya kecil, tapi bukan itu masalahnya. Pelayanan KB pria untuk memastikan negara hadir untuk memberikan pelayanan kontrasepsi secara adil, baik untuk perempuan maupun laki-laki,” terang Wihaji usai meninjau pelayanan vasektomi di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0617/Majalengka pada Senin, 21 April 2025.
Wihaji yang pada hari yang sama meluncurkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) menjelaskan, salah satu peran ayah untuk menjadi ayah teladan dapat berupa keterlibatan pria dalam pemenuhan kebutuhan ber-KB. Caranya bisa dengan mendukung para istri untuk menjadi akseptor atau terlibat langsung menjadi akseptor vasektomi.
“Banyak upaya yang telah dilakukan oleh Kemendukbangga, mulai dari pemenuhan provider atau dokter yang melayani vasektomi minimal satu di tiap kabupaten atau kota hingga penyelenggaraan pelayanan di berbagai momentum. Salah satunya pelayanan yang dilaksanakan saat ini yang sekaligus juga dalam rangka memecahkan rekor MURI dengan target 2000 akseptor di seluruh Indonesia,” papar Wihaji.








