Barang-barang bekas yang digunakan ini, lanjut Adhitya, bisa mudah ditemukan lantaran Tanah Sareal juga memiliki banyak bank sampah. Sehingga dengan kreativitas dan inovasi bisa melahirkan peningkatan pendapatan keluarga.
Adhitya berharap, dengan edukasi dan sosialisasi masyarakat bisa lebih peduli terhadap lingkungan untuk kesejahteraan keluarga.
“Karena tidak akan ada bisnis ketika bumi rusak, tidak ada penjualan, tidak ada ekonomi berputar kalau bumi kita rusak. Hari ini UP2K ingin memberikan edukasi disamping menjual produk, memberikan juga edukasi bahwa banyak barang di sekitar kita yang menilai ekonomi kalau kita bisa mengolahnya lebih kreatif,” ujarnya.
Selain Kecamatan Tanah Sareal, inovasi dan kreasi juga ditampilkan oleh Kecamatan Bogor Timur yang mengusung tema “Terminal Baranangsiang” yang menampilkan konsep berbelanja sambil berdonasi.
Ketua TP PKK Bogor Timur, Niken Paramitha mengatakan sejak dua tahun pihaknya konsisten terus melakukan inovasi dan kreasi untuk menurunkan stunting di Bogor Timur, sehingga dalam gerai lomba UP2K ini pihaknya juga menyalurkan setiap keuntungan yang didapat oleh masyarakat dari hasil penjualan produk untuk menurunkan angka stunting.








