Itu menyimbolkan semangat yang terus menyala untuk terus membakar motivasi dalam menggapai harapan yang menantang di depan.
Diiringi hentakan hingar-bingar bedug Tunggul Kawung khas Kota Bogor, suasana semakin meriah dan menambah optimisme dalam menyongsong masa depan yang cemerlang.
“Perpaduan ini menciptakan tampilan yang inovatif dan atraktif. Tari Tunggul Kawung tercipta dari latar belakang sejarah Kota Bogor, yang berarti tunggul pohon enau/aren atau “kawung” dalam bahasa Sunda, menggambarkan kekuatan, kewibawaan, dan kharisma,” ujarnya.
Ia menambahkan, sementara Tari Kelebet merupakan refleksi atau gambaran dari kibaran bendera berwarna-warni yang tersapu angin, menciptakan suasana meriah dan mewah, serta menjadi magnet bagi siapa saja yang melihatnya.








