Dedie Rachim mengungkapkan, tantangan besar yang saat ini dihadapi, yaitu adanya mismatch atau ketidaksesuaian antara lulusan sarjana dengan kebutuhan dunia kerja.
Indonesia sebagai negara yang kaya sumber daya alam seperti nikel, batu bara, tambang, dan emas, membutuhkan sumber daya manusia yang mampu mengelola dan mengawal kekayaan tersebut menjadi modal besar bagi kemajuan bangsa.
“Bagaimana caranya agar kita bisa melakukan lompatan dan membuat bangsa Indonesia sejajar dengan bangsa-bangsa lain? Salah satu caranya adalah dengan berani belajar langsung dari sumbernya,” tegas Dedie Rachim.
“Agar suatu saat ini generasi muda bangsa Indonesia setelah belajar di sumbernya langsung mampu berkontribusi dan membangkitkan modalitas sumber daya alam, menjadi tuan rumah di negaranya sendiri,” ungkap Dedie Rachim. (*)








