“Tadi bisa dilihat ketersediaan pangan di sini cukup tersedia dengan baik, daya beli masyarakat juga ada,” ujar Dedie Rachim.
Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memastikan pasokan ketersediaan hingga daya beli masyarakat tetap terjaga, dan juga melindungi masyarakat agar tidak tertipu.
Wali Kota Bogor juga mengimbau masyarakat untuk teliti melihat langsung kualitas beras yang kualitasnya sesuai harga.
Ia pun mengajak masyarakat untuk membeli beras di pasar tradisional yang secara kasat mata bisa dilihat langsung, serta juga terdiri dari berbagai alternatif harga yang bisa dijangkau oleh masyarakat dengan kualitas yang sesuai.
“Ya kalau memang beras premium ya isinya beras premium, jangan sampai beras premium dioplos dengan beras medium harganya premium. Beritanya sudah ada, merk merknya juga sudah jelas kemudian distributor produsen nya juga sudah ada . Ya kita hindari itu,” tutur Dedie Rachim.
Keberadaan beras oplosan yang ramai di tingkat nasional ini pun berdampak pada para penjual beras.








