Dalam menghadapi tantangan tersebut, Dedie Rachim juga menekankan, bahwa Gerakan Pramuka harus dapat hadir sebagai salah satu solusi strategis untuk membentuk karakter generasi muda yang tangguh, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan, sehingga siap menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Sebagai organisasi pendidikan nonformal, Pramuka memiliki peran, tugas, dan fungsi yang sangat penting dalam membantu program-program pemerintah, khususnya membina generasi muda melalui pendidikan karakter.
Pramuka juga memberikan pendidikan Life Skill, Soft Skill, Hard Skill, serta kecerdasan Spiritual, Emosional, Sosial, Intelektual, dan Fisik (SESOSIF), yang menjadikan seorang Pramuka sebagai kader pemimpin bangsa yang paripurna.
Tidak sekadar menangani character building, Pramuka juga berperan aktif pada bidang lainnya, seperti pengabdian masyarakat. Mulai dari perbantuan kebencanaan, keterlibatan dalam tim Search and Rescue (SAR) dan penanggulangan bencana, hingga kegiatan lingkungan, seperti penanaman pohon, pembersihan fasilitas umum, sarana ibadah, dan membantu kelancaran arus mudik setiap hari raya. Pada momen-momen tersebut, jelas terlihat kehadiran Pramuka di tengah-tengah masyarakat. (*)








