Para peserta akan mengikuti pembekalan selama tiga hari, 26–28 Agustus 2025.
“Pembentukan ini juga menjadi bagian dari amanat Standar Pelayanan Minimal (SPM). Semangatnya adalah mitigasi bencana. Semua unsur di Kelurahan Tangguh Bencana menjadi corong, motor, dan bagian pendahulu dalam melakukan mitigasi, yang nantinya dilanjutkan pada tahap kedaruratan serta penanganan lainnya,” jelas Dimas.
Unsur Kelurahan Tangguh Bencana, sambung Dimas, menjadi paket lengkap dalam merespons suatu bencana, mengawali, menyertai, hingga mengakhiri.
Ia berharap, Kelurahan Tangguh Bencana Tegallega dapat menjadi percontohan, mengingat tantangan yang ada pascapembentukan perlu diakselerasikan bersama. (*)








