Wilayah tropis, termasuk Indonesia dan banyak negara lain di dunia, diberkahi dengan keanekaragaman hayati yang kaya dan sumber daya alam yang melimpah.
Namun, kekayaan ini juga disertai dengan tantangan signifikan, seperti deforestasi, hilangnya keanekaragaman hayati, dampak perubahan iklim, serta meningkatnya permintaan akan pangan, air, dan energi.
“Mengatasi tantangan ini tidak hanya membutuhkan pengetahuan ilmiah, tetapi juga kolaborasi lintas disiplin, budaya, dan bangsa. Pendekatan transdisipliner yang ditekankan dalam program ini mencerminkan kenyataan bahwa solusi berkelanjutan hanya dapat muncul ketika aspek ekologi, sosial, ekonomi, dan bahkan budaya dipertimbangkan bersama,” kata Arif Satria.
Keberagaman yang ada, lanjutnya, tidak hanya memperkaya diskusi akademis tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang benar-benar global.
Sebagai informasi berikut daftar negara yang ikut dalam ISCoNREM Tahun 2025 Indonesia, Jepang, Filipina, Ghana, Myanmar, Nigeria, Pakistan, Yaman, Afghanistan, Malaysia, Sudan, Somalia, Papua Nugini, Kenya, Gambia, Tiongkok, dan Mozambik. (*)








