“Saya berharap seluruh jajaran OPD KB dapat meningkatkan koordinasi, terutama dengan BPKAD dan perangkat daerah lain. Penguatan sistem pelaporan melalui aplikasi Morena, optimalisasi APBD, dan peningkatan sarana prasarana sangat penting untuk keberlanjutan layanan Keluarga Berencana dan pelaksanaan Quick Wins yang langsung menyentuh keluarga di Jawa Barat,” ungkap Erwan.
Ia menambahkan, kolaborasi yang telah terjalin harus dijaga dengan penuh dedikasi agar setiap langkah menjadi bagian dari upaya besar membangun keluarga Indonesia yang bahagia dan berdaya.
Dari sisi nasional, Sekretaris Kemendukbangga/BKKBN, Budi Setiyono memberikan arahan yang menyoroti pentingnya konvergensi kebijakan lintas sektor untuk memastikan keberhasilan pembangunan kependudukan dan keluarga menuju Indonesia Emas 2045.
Menurutnya, bonus demografi yang sedang dinikmati Indonesia bukan hanya peluang, tetapi juga tantangan besar yang harus dihadapi dengan strategi terintegrasi.
“Saat ini, sekitar 17,45 persen usia produktif masih menganggur dan 59,11 persen tenaga kerja berada di sektor informal yang rentan tanpa jaminan sosial. Ini tantangan besar agar bonus demografi tidak berubah menjadi beban demografi,” jelas Budi.
Ia menjelaskan, pembangunan kependudukan tidak hanya soal angka kelahiran dan kematian, tetapi juga peningkatan kualitas manusia dan keluarga.








