Sementara itu, Presiden ITTF Petra Sörling menyampaikan apresiasi atas langkah positif yang ditunjukkan oleh Indonesia. Ia menekankan bahwa tekad yang baik merupakan faktor penting dalam membangun organisasi olahraga yang kuat, sembari mencontohkan pelaksanaan turnamen di Eropa yang diikuti oleh lebih dari 6.100 pemain dalam satu ajang.
“Dalam keluarga besar tenis meja, perbedaan adalah hal yang wajar. Namun yang terpenting, tenis meja menyatukan kita. Mari kita pertahankan semangat ini dan terus melangkah maju. Tenis meja adalah olahraga mental, pikiran harus tajam,” ungkap Sörling.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal ITTF Raul Calin memberikan pandangan strategis agar Indonesia dapat merangkul seluruh perkumpulan tenis meja yang ada demi memperkuat sinergi pembinaan nasional. Ia menegaskan bahwa keputusan pembentukan organisasi baru tenis meja di Indonesia merupakan hasil kesepakatan bersama dari 227 anggota ITTF di seluruh dunia.








