Karenanya, menurut Jenal Mutaqin, mereka adalah pejabat dengan posisi paling strategis, karena bersentuhan langsung dengan masyarakat di tingkat bawah.
“Bapak-ibu lah yang harus memiliki mental baja ketika ada permasalahan di wilayah yang harus diselesaikan dan dituntaskan,” tegasnya.
Jenal Mutaqin berharap, para RT dan RW yang sudah dilantik dan mendapatkan pembekalan dapat terus bekerja sama dan berdedikasi untuk Kota Bogor.
“Mereka harus berani tampil di masyarakat ketika timbul permasalahan, seperti kasus warga yang tidak bisa sekolah maupun isu sosial lainnya di lapangan,” ujarnya.
“Bahwa kehendak bapak-ibu menjadi RW dan RT adalah pilihan tanpa paksaan. Lima tahun ke depan, semoga Kedung Waringin menjadi kelurahan terbaik yang memperjuangkan hak-hak dasar masyarakat,” sambung Jenal Mutaqin.








