“Ini bukti nyata bahwa jaringan narkotika membidik generasi muda. Mereka bergerak agresif dan tak pandang tempat,” tegas mantan Kapolda Banten ini.
Ia juga menyinggung tragedi besar di Rio de Janeiro yang menelan 121 korban jiwa dalam operasi pemberantasan kartel narkoba. Peristiwa itu, menurutnya, menunjukkan bahwa perang melawan narkotika tidak boleh mengorbankan nilai kemanusiaan.
“War on Drugs for Humanity adalah prinsip BNN: tegas kepada pengedar, humanis kepada pengguna,” katanya.
Dalam konteks nasional, Suyudi menegaskan bahwa pemberantasan narkotika merupakan agenda strategis menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah melalui program Asta Cita menempatkan isu narkotika sebagai prioritas nasional, terutama untuk melindungi bonus demografi yang mencapai 70% usia produktif.
“Jika generasi muda dirusak narkoba, peluang emas itu berubah menjadi beban pembangunan,” ujar mantan Wakapolda Metro Jaya ini.








