Menteri Wihaji Tinjau Keluarga Risiko Stunting di Garut, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran

Wihaji

Kunjungan berikutnya dilakukan ke rumah Yani Suryani, warga Desa Mekarmukti yang tengah hamil lima bulan anak keempat. Kondisi rumah yang tidak layak huni membuat keluarga ini masuk kategori penerima bantuan bedah rumah. Suaminya, Haris Sugiarto, tidak dapat bekerja selama tiga bulan terakhir akibat cedera tulang punggung.

“Kita support karena bagi keyakinan saya pribadi, menyelamatkan satu orang sama dengan menyelamatkan satu generasi. Kita bantu semampu kita, mulai dari perbaikan rumah hingga MCK, agar risiko stunting bisa ditekan,” kata Wihaji di lokasi.

Dalam kesempatan itu, Menteri Wihaji juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor atau konsep Pentaheliks, yakni kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media dalam menurunkan angka stunting.

Baca Juga  Dibakar OTK, Polisi Langsung Olah TKP di Kantor Redaksi Harian PAKAR

“Prevalensi stunting di Indonesia 19,8 persen, sedangkan di Garut sudah turun menjadi sekitar 14 persen. Ini capaian bagus, tapi kita ingin terus tekan lebih rendah lagi. Jawa Barat menjadi prioritas karena jumlah penduduknya paling besar di Indonesia,” tambahnya.

Pos terkait