“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya mendapatkan dukungan materi, tetapi juga mampu menjalankan usaha yang berkelanjutan dan memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi keluarga,” ujar Nur Lailiyah.
Selain bantuan modal usaha, kelompok dampingan juga memperoleh program lanjutan berupa pelatihan manajemen bisnis, peningkatan kapasitas produksi, edukasi literasi keuangan, serta pendampingan psikososial melalui sesi konseling.
“Kami percaya bahwa pemberdayaan ekonomi harus dimulai dari penguatan kelompok masyarakat agar mereka mampu untuk memiliki daya juang secara psikologis dan sosial. SARtiKA Berdaya adalah salah satu contoh dari beberapa kelompok dampingan yang mampu berkembang dan menunjukkan komitmen yang luar biasa dalam membangun usaha berbasis potensi lokal”, lanjut Laily.








