Perwakilan Hiswana Migas Kota Bogor, Dzikra, menyampaikan, “Hasil uji menunjukkan BBM dalam kondisi normal dan tidak terdapat air. Hal ini membuktikan bahwa SPBU Pertamina telah menjaga standar mutu yang ketat,” ujar Dzikra.
Selain melakukan pengecekan ke SPBU, tim Pertamina Patra Niaga bersama Hiswana Migas juga menindaklanjuti informasi ke Bengkel Pabuaran Motor 90, yang disebut dalam unggahan video tersebut. Dari hasil pengecekan di lokasi, pihak bengkel menyampaikan tidak ditemukan indikasi adanya kontaminasi air pada bahan bakar kendaraan konsumen. Selain itu, dari hasil diagnosa teknisi bengkel, diketahui bahwa kerusakan terjadi pada komponen fuel pump kendaraan, yang mengakibatkan suplai bahan bakar ke mesin tidak optimal. Setelah dilakukan penggantian fuel pump, kendaraan kembali berfungsi dengan normal.
Salah satu montir Bengkel Pabuaran Motor 90 menyampaikan bahwa, “Kerusakan kendaraan tidak disebabkan oleh kualitas BBM, melainkan dari komponen fuel pump yang mengalami gangguan. Setelah kami ganti, mobil kembali berjalan normal. Sisa BBM dari kendaraan juga kami gunakan untuk uji coba di motor bengkel dan hasilnya tetap baik,” jelasnya.
Lebih lanjut, berdasarkan hasil pantauan dashboard serta rekaman CCTV, pengisian terakhir di SPBU Pertamina dilakukan dengan jenis BBM Pertalite, bukan Pertamax sebagaimana disampaikan sebelumnya oleh konsumen. Selain itu, informasi dari bengkel menunjukkan bahwa sisa BBM hasil pengurasan tangki kendaraan sempat dimasukkan kembali ke mobil setelah perbaikan dan kendaraan dapat beroperasi dengan normal. Sisa BBM tersebut juga digunakan oleh teknisi bengkel untuk uji di motor dan hingga kini masih berfungsi baik.








