Ia pun berharap dari penelitian dua situs ini juga memiliki kajian timeline, story line, sehingga tidak hanya mengkaji berkaitan dengan kepurbakalaan saja.
Ketua TACB Kota Bogor, Taufik Hassunna, mengatakan bahwa penelitian ini dilakukan dengan metode holistik, penelitian langsung di lapangan berkaitan dengan arkeologis, dan wawancara penduduk.
“Pada intinya kami ingin memahami bagaimana warga lembur sawah berkaitan dengan pemahaman terhadap wilayah mereka tinggal. Ini juga sebagai dasar penelitian,” ujarnya.
Dalam penelitian ini dihasilkan laporan setebal 140 halaman yang kemudian berbagai poinnya dijelaskan secara singkat kepada Dedie Rachim dan warga.
Ketua TACB Provinsi Jawa Barat, Lutfi Yondri, mengatakan ia sangat senang melihat Kota Bogor yang kemajuan pembangunannya pesat, namun masih tertata dan menyimpan kearifan lokal, bahkan menjaga berbagai peninggalan situs.
Sehingga, menurutnya simpul-simpul itu harus terus dibuka melalui kajian dan penelitian lebih lanjut.








