“Seperti yang disampaikan Wali Kota Bogor, bagaimana hubungannya dengan sejarah dunia internasional. Itu harus mulai dibangun. Karena mungkin sekarang kita hanya melihat puzzle, sedikit tapak-tapaknya,” katanya.
Bahkan, ia menduga bisa jadi tempat lokasi situs tersebut dahulunya merupakan permukiman atau tempat tinggal sesepuh terdahulu.
“Itu bisa diteliti lebih lanjut. Keberadaan permukiman tertua di situ. Dilihat dari lokasinya pun sangat bagus. Terlebih juga ditemukan pecahan-pecahan tembikar gerabah yang mungkin pernah ada di permukiman wilayah situ,” ujarnya.
Ia juga memberikan masukan agar juga dilakukan studi demografi untuk melihat secara keseluruhan posisi lembur sawah serta nama pada masa lalu seperti apa.
“Itu penting untuk bisa membaca permukiman sekarang itu apakah kultur baru, apakah memang sudah ada, dan Alhamdulillah tradisi kultur yang ada di sini masih dilanjutkan,” ujarnya. (*)








