“Karena sinergi dan kolaborasi menjadi kunci pembangunan agar ke depan menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
Sementara, terkait imbauan malam pergantian Tahun Baru 2026, berdasarkan hasil rapat bersama disepakati bahwa Kota Bogor menginginkan perayaan malam tahun baru yang sederhana.
Hal ini mengingat masih adanya rasa duka cita mendalam di wilayah yang terdampak bencana, sehingga perayaan tahun baru di Kota Bogor tidak dilakukan secara berlebihan.
“Dan kami semua mengimbau agar penyalaan kembang api dibatasi semaksimal mungkin serta kegiatan yang mengundang massa dalam jumlah besar juga dikurangi. Tentu kita ingin berempati kepada saudara-saudara kita yang sedang tidur di tenda-tenda pengungsian, mengalami kesulitan listrik dan air bersih,” katanya.








