Menteri Wihaji memaparkan bahwa jumlah keluarga berisiko stunting di Indonesia masih sangat besar.
“Untuk KRS di Indonesia banyak, ada 8,6 juta. Salah satunya di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat menjadi bagian dari prioritas karena jumlah penduduknya paling banyak,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa penanganan stunting menjadi prioritas nasional.
“Stunting itu program prioritas bapak presiden, kemarin sudah saya laporkan ke bapak presiden, ada program prioritas bapak presiden yg berkenaan dengan penanganan stunting khusus MBG, yaitu makan bergizi gratis khusus ibu hamil, ibu menyusui dan balita,” katanya.
Demi memastikan intervensi berjalan, Menteri Wihaji menegaskan bahwa daerah yang belum mendapatkan bantuan akan segera dicover.
“Kalau belum ada saya cover dulu, kita cover 6 bulan sampai 1 tahun ke depan. Kalau sudah ada nanti langsung dicover,” jelasnya.
Program MBG akan diprioritaskan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Ia juga menargetkan penurunan angka stunting nasional.
“Di Indonesia untuk stunting 19,8, di sini sudah 18, artinya sudah di bawah rata-rata Indonesia. Target tahun ini 18 sampai 2029 itu 14, doakan saja,” ucapnya.








