Jenal Mutaqin juga mengungkapkan bahwa banyak daerah lain yang tertarik untuk belajar dari berbagai inovasi yang dilakukan Kota Bogor dalam penanganan stunting.
Para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Bogor, termasuk wali kota, wakil wali kota, dan sekda, telah secara sukarela menyisihkan sebagian pendapatannya untuk penanganan stunting. Bahkan, komitmen tersebut dituangkan dalam sebuah MoU.
“Ini menjadi komitmen kita semua. Bahwa sebagian rezeki kita sangat berarti untuk penurunan stunting. Ini permasalahan serius yang harus kita tangani, karena masa depan bangsa ada di tangan mereka,” tegasnya.








