Di tempat yang sama, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menyampaikan bahwa program Dahsat sebenarnya telah berjalan di Kota Bogor, namun masih dalam jumlah terbatas.
“Hari ini menjadi pilot project dari Kemendukbangga, karena sasaran SPPG belum sepenuhnya menjangkau ibu hamil dan ibu menyusui untuk mendapatkan porsi MBG. Kota Bogor dijadikan contoh dapur makan bergizi gratis bagi mereka,” jelas Jenal Mutaqin.
Di Kelurahan Kebon Pedes, terdapat 100 porsi makanan bergizi yang didistribusikan langsung oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang telah dibina sebelumnya.
Ia berharap program Dahsat mampu menjadi langkah pencegahan bertambahnya angka stunting atau Zero New Stunting di Kota Bogor.
“Program Dahsat sudah berjalan di Kota Bogor, namun selama ini hanya sekitar 20 porsi dan hanya setiap 10 hari sekali. Mudah-mudahan dapat berjalan konsisten. Tentu akan kami evaluasi pelaksanaannya di lapangan dan program ini tidak dalam konteks menyaingi MBG,” tutup Jenal Mutaqin. (*)








