“Pemetaan ini tidak hanya menghasilkan nilai, tetapi membangun database profil kompetensi ASN yang terukur dan terstandar. Data ini menjadi dasar dalam perencanaan suksesi, promosi, dan rotasi, serta pengembangan kompetensi pegawai,” tegasnya, Rabu (25/02/2026) di Jakarta.
Prof. Zudan sebelumnya juga menekankan bahwa pengelolaan ASN ke depan harus berbasis manajemen talenta yang objektif dan terintegrasi. Oleh karena itu, instrumen yang digunakan dalam CACT ini, menurutnya, dirancang untuk mengukur aspek potensi, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosial kultural secara sistematis.
Hasil pemetaan potensi dan kompetensi ASN, tambah Prof. Zudan, akan membantu instansi memahami karakteristik pegawai secara lebih komprehensif. Hal ini akan bermanfaat bagi instansi karena pengembangan kompetensi dapat disusun secara tepat sasaran dan selaras dengan kebutuhan organisasi.








