Sebagai founder dari Bogor Gerakan untuk Lintas Generasi (Geulis), Yantie Rachim juga menyoroti adanya kesenjangan komunikasi antargenerasi yang kerap menjadi pemicu munculnya kesalahpahaman dalam keluarga.
Menurutnya, pemahaman terhadap karakteristik masing-masing generasi menjadi kunci untuk mengurangi potensi konflik dan membangun hubungan yang lebih sehat.
“Nah dari situlah pentingnya gerakan lintas generasi, bagaimana kita mencoba mengurai satu per satu permasalahan. Dengan memahami nilai-nilai di setiap generasi, mudah-mudahan tidak terjadi konflik atau kesenjangan komunikasi,” jelas Yantie Rachim.
Ia turut menyampaikan bahwa perkembangan teknologi saat ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempererat hubungan keluarga, selama digunakan secara bijak.
“Teknologi seperti media sosial, WhatsApp, dan video call bisa dimanfaatkan untuk menciptakan hubungan yang lebih akrab. Tapi jangan sampai disalahgunakan, karena teknologi juga bisa membuat yang dekat jadi jauh,” katanya.








