Siska mengaku terkesan dengan kualitas penampilan peserta di wilayah Garut. Ia bahkan menyebut para juri yang dilibatkan merupakan profesional dari kalangan akademisi dan budayawan untuk menjaga objektivitas penilaian.
“Aduh pokoknya mah ya untung saya tidak jadi juri ya. Kalau saya jadi juri kelihatannya saya sudah aduh, ngejedugkeun jiga domba saya. Jadi hari ini memang juri-jurinya itu juri profesional gitu ya,” ungkapnya.
Ia menambahkan, para pemenang nantinya akan tampil dalam peringatan Hari Jadi Tatar Sunda sebagai bentuk apresiasi terhadap pelestarian seni budaya daerah.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Garut, Dr. Hj. Tinneke Hermina, menyampaikan bahwa partisipasi dalam kegiatan ini memang membutuhkan persiapan yang tidak sedikit, baik dari sisi biaya maupun latihan. Namun demikian, semangat peserta tetap tinggi.
Ia menilai antusiasme ibu-ibu dalam mengikuti lomba ini sangat luar biasa, karena selain menjadi ajang kompetisi, juga menjadi sarana silaturahmi dan pelestarian budaya.
Dalam kegiatan ini, Kabupaten Garut sebagai tuan rumah turut menurunkan empat tim dari berbagai unsur, yakni TP PKK, Bhayangkari, Persit, dan PGRI.








