Selain lomba paduan suara, rangkaian kegiatan juga diisi dengan berbagai layanan sosial, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian kacamata, hingga distribusi Al-Qur’an braille.
Siska menyebutkan bahwa pembagian kacamata mencapai 1.000 unit per kabupaten/kota, dengan total sekitar 35.000 kacamata di seluruh Jawa Barat.
Tak hanya itu, kegiatan ini juga diramaikan dengan kehadiran pelaku UMKM serta program ketahanan pangan yang turut dipamerkan kepada peserta dan pengunjung.
“Pokoknya mah Garut luar biasa. Jangan lupa ke Garut kalau mau beli tas kulit dan dorokdok di Sukaregang,” pungkasnya.
Sebanyak 14 tim dari enam kabupaten/kota di wilayah Priangan mengikuti lomba ini, di antaranya Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar, dan Pangandaran. Mereka bersaing menampilkan harmonisasi suara terbaik dengan balutan nuansa budaya Sunda yang kental.
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memperkuat peran perempuan dalam melestarikan budaya sekaligus membangun kebersamaan di tengah masyarakat Jawa Barat. (*)








