”Secara administratif, pencapaian anggaran 2025 tergolong baik. Namun, angka tinggi ini tidak serta-merta menghapus kendala teknis di lapangan yang dialami para camat,” ujar STS.
Dalam rapat tersebut, para camat mengeluhkan keterbatasan anggaran yang menghambat pemenuhan kebutuhan vital warga.
Seperti Tanah Sareal dengan urgensi pembangunan flyover di Kebon Pedes untuk mengurai kemacetan.
Bogor Utara dan Timur, masalah banjir yang masih menjadi ancaman tahunan bagi warga.
Kemudian di Bogor Selatan, persoalan longsor di akses jalan Batutulis yang sudah terbengkalai hampir satu tahun dan di Bogor Barat relatif stabil dengan progres pembangunan kelurahan di Situ Gede yang berjalan positif.








