Ia menambahkan, sistem penilaian yang adil, pencegahan bullying dan pelecehan, serta menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi juga menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat.
Selain itu, kolaborasi perlu dibangun sebagai super team, bukan kompetisi yang tidak sehat, serta perlunya evaluasi organisasi yang dilakukan secara berkala.
Direktur Utama RSUD Kota Bogor, Sri Nowo Retno, dalam laporannya menyampaikan bahwa tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar, angka gangguan emosional di tingkat nasional mencapai 9,8 persen dan mayoritas dialami perempuan maupun laki-laki usia produktif. Sementara itu, prevalensi depresi di Jawa Barat berada pada angka 3,3 persen.
“Hasil skrining Pamong Walagri semester II tahun 2025 menunjukkan dari 17.730 ASN yang diperiksa, faktor penyakit tidak menular masih menempati posisi terbanyak. Mulai dari kurang aktivitas fisik sebesar 40,04 persen, gejala masalah kesehatan jiwa sebesar 1,37 persen, konsumsi garam berlebih sebesar 36,67 persen, obesitas IMT sebesar 38,25 persen, kurang konsumsi buah dan sayur sebesar 37,29 persen, serta hiperkolesterol sebesar 34 persen,” jelas Retno.








