Yassierli juga menyoroti pentingnya sektor-sektor baru seperti industri semikonduktor dan optimalisasi teknologi dalam bidang pertanian sebagai ladang pekerjaan masa depan.
Sementara itu, Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, menyoroti realitas pengangguran di Kota Bogor yang mencapai 43.043 orang atau sekitar 7,95 persen. Berdasarkan data yang ada, angka pengangguran tersebut didominasi oleh lulusan SMK.
Ia menekankan pentingnya validasi data pengangguran agar program intervensi yang dirancang pemerintah dan akademisi tepat sasaran.
“Kolaborasi adalah kunci. Kita butuh database yang valid untuk memahami karakteristik pengangguran di Kota Bogor sehingga kita bisa merancang program pelatihan dan penempatan yang efektif,” tegas Prof. Mujahidin.
Mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul secara intelektual dan teknis, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat untuk menghadapi tantangan global di masa depan. (*)








