“Saya harap B-Smart CORPU dapat dikembangkan dimulai dengan membangun sistem. Insyaallah, dengan ikhtiar ini suatu saat SDM Kota Bogor diharapkan mampu mempercepat mewujudkan mimpi masyarakat Kota Bogor menjadi kenyataan,” kata Dedie Rachim.
Ia menegaskan bahwa corporate value merupakan aspek penting yang harus dimiliki setiap ASN. Kompetensi, potensi, dan keahlian pegawai akan dipetakan, kemudian ASN yang memiliki keunggulan akan dihimpun dalam talent pool untuk dipersiapkan menjadi champion melalui berbagai pelatihan dan penguatan kapasitas, sehingga siap mengisi kebutuhan organisasi.
Ia juga menekankan pentingnya pemetaan kebutuhan sumber daya manusia bersama Lembaga Administrasi Negara (LAN) agar diketahui kebutuhan maupun kekurangan ASN yang harus dipenuhi. Di sisi lain, keterbatasan SDM harus diimbangi dengan transformasi dari sistem kerja konvensional menuju sistem berbasis digital.
“Hal-hal seperti keterbatasan SDM, transformasi digital melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), serta penerapan Key Performance Indicator (KPI) menjadi kebutuhan masa depan yang harus dipersiapkan agar mampu menghadapi berbagai tantangan,” jelasnya.
Kepala BKPSDM Kota Bogor, Dani Rahardian, menjelaskan bahwa forum diskusi publik tersebut digelar sebagai bagian dari pengembangan kompetensi ASN melalui pendekatan corporate university.








