Herry menilai capaian itu menunjukkan bahwa kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan mampu menghadirkan solusi bagi warga yang membutuhkan layanan pendidikan alternatif.
“Program pendidikan kesetaraan ini menjadi bukti bahwa pemerintah hadir memastikan tidak ada warga yang kehilangan kesempatan untuk belajar,” katanya.
Ia menambahkan, persoalan keterbatasan daya tampung sekolah negeri dibandingkan jumlah lulusan SD merupakan tantangan yang juga dihadapi banyak daerah. Karena itu, pemerintah perlu menghadirkan berbagai pilihan layanan pendidikan agar seluruh anak tetap memperoleh haknya.
Dengan penguatan sekolah formal, dukungan sekolah swasta, program beasiswa, serta PKBM, Pemkot Bogor terus mendorong terwujudnya visi Bogor Cerdas melalui pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat. (*)








