Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Budi Kurnia, memaparkan bahwa Pemprov Jabar sengaja menggandeng OJK untuk berkolaborasi dalam inisiasi program ini.
“Pak gubernur menginisiasi program ini, bahwa urusan personal dan kelembagaan mulai dipisahkan. Urusan personal tidak melibatkan APBD, untuk itu di pemprov sudah tidak ada lagi alokasi anggaran untuk hewan kurban,” ungkapnya.
Sehingga, hal tersebut dicoba Pemprov Jawa Barat diturunkan dalam sebuah program bernama Berehan. Program ini diharapkan dapat memudahkan ASN di Jawa Barat, terutama dalam tata kelola keuangan, sekaligus mendukung ketahanan pangan.
“Keterbatasan anggaran memang masih menjadi kendala, maka BJB dan OJK hadir dan membuat regulasi dan sistem yang membantu para ASN. Tabungan kurban ini, hari ini menabung tahun depan sudah bisa melakukan kurban,” tukasnya. (*)








