Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Staf Ahli Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Bidang Hubungan Kelembagaan, Indra Gunawan; Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Siti Muntamah, S.A.P.; jajaran kepala perangkat daerah Provinsi Jawa Barat; instansi vertikal; Bunda Forum Anak Daerah Kabupaten/Kota; kepala dinas yang membidangi urusan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak se-Jawa Barat; perwakilan UNICEF Indonesia; Forum Anak Daerah Jawa Barat; APSAI; akademisi; dunia usaha; organisasi masyarakat; serta para pendamping dan perwakilan anak dari seluruh kabupaten/kota.
Rangkaian acara diawali dengan Pengukuhan Forum Anaku Daerah Jawa Barat Periode 2026–2028 serta pembacaan Suara Anak Jawa Barat, yang memuat aspirasi anak kepada pemerintah, keluarga, sekolah, masyarakat, dan dunia usaha agar bersama-sama menciptakan lingkungan yang ramah anak, bebas kekerasan, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Kemeriahan festival semakin terasa melalui penampilan seni budaya khas dari 27 kabupaten/kota serta Grand Final Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat yang menampilkan bakat terbaik anak-anak. Acara ditutup dengan pemberian penghargaan kepada para pemenang sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dan prestasi mereka.
Dalam sambutan Gubernur Jawa Barat yang dibacakan oleh *Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, dr. Siska Gerfianti, M.H.Kes., Sp.D.L.P.,* ditegaskan bahwa anak merupakan aset strategis bangsa yang harus tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, bahagia, dan penuh kasih sayang.
“Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen menghadirkan kebijakan dan program yang berpihak pada kepentingan terbaik anak. Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat menjadi salah satu bentuk nyata pemberian ruang partisipasi bagi anak sekaligus upaya melestarikan budaya Sunda melalui kreativitas generasi muda,” ujarnya.








