Sementara itu, *Staf Ahli Kementerian PPPA RI Bidang Hubungan Kelembagaan, Indra Gunawan*, mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Hari Anak Nasional sebagai momentum memperkuat kolaborasi dalam memenuhi hak anak serta melindungi mereka dari berbagai bentuk kekerasan, diskriminasi, eksploitasi, hingga perkawinan anak.
Apresiasi juga disampaikan *Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Siti Muntamah, S.A.P.* Menurutnya, anak-anak perlu terus diberikan ruang yang aman, menyenangkan, dan inspiratif agar dapat tumbuh menjadi generasi yang kreatif sekaligus mencintai budaya daerah.
“Anak-anak bukan hanya penerus pembangunan, tetapi juga pewaris budaya bangsa. Melalui festival ini kami ingin menghadirkan ruang yang aman, menyenangkan, dan inspiratif agar mereka dapat mengekspresikan bakatnya sekaligus mencintai budaya daerah sebagai bagian dari identitas bangsa,” katanya.
Festival Kreasi Budaya Anak Jawa Barat 2026 tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga media pembelajaran karakter, penguatan identitas budaya, dan wadah partisipasi anak dalam pembangunan. Beragam penampilan seni tradisional dari 27 kabupaten/kota menjadi bukti bahwa generasi muda Jawa Barat mampu menjaga warisan budaya sekaligus tampil kreatif dan berprestasi.
Melalui semangat “Ngamumule Budaya Sunda, Ngawangun Generasi Emas”, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap seluruh anak semakin percaya diri mengembangkan potensi terbaiknya, berpartisipasi aktif dalam pembangunan, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, berbudaya, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.








