“Artinya kita juga harus menyiapkan generasi penerus yang harus kita wariskan nilai-nilai kebangsaan ini,” ucapnya.
Selain memperkuat rasa kebangsaan, Dedie Rachim melihat FMP juga memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Hal itu terlihat dari antusiasme peserta yang datang dari berbagai daerah.
“Mulai dari anak kecil, pelajar, perguruan tinggi berbaur menjadi satu bersama masyarakat dari berbagai kalangan. Semuanya terlihat bergembira dalam rangka memeriahkan hari kemerdekaan. Ini juga ternyata memiliki dampak ekonomi,” jelasnya.
Dedie Rachim menyebut, sejumlah tamu dari luar daerah turut hadir dalam kegiatan tersebut, seperti dari Bandung, Samarinda, hingga Medan.
“Insyaallah ini juga akan menggerakkan ekonomi,” tambahnya.
Sejumlah hal yang menjadi pembeda dibandingkan FMP tahun sebelumnya adalah rangkaian lima bendera merah putih dengan total panjang 500 meter yang melibatkan ribuan peserta.
“FMP yang ke-11 ini spesial, karena ada lima rangkaian bendera, satu bendera panjangnya 100 meter. Panitia saja kurang lebih 3.200 orang, di luar masyarakat yang ikut serta tumpah ruah ke jalan. Jadi ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, rangkaiannya lebih panjang,” ungkapnya.








