Dalam sebuah audiensi dengan PWI, Muzani mengenang salah satu pertanyaan dalam ujian tersebut, ketika seorang wartawan menemukan kecelakaan di jalan saat sedang meliput, apakah harus membantu korban atau menulis berita terlebih dahulu. Muzani memilih membantu korban terlebih dahulu.
Bagi Muzani, pilihan tersebut menggambarkan prinsip dasar jurnalistik bahwa kemanusiaan dan kepentingan masyarakat harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi.
“Menjadi wartawan itu bukan sekadar profesi, tapi panggilan hati,” kata Muzani. Ia menegaskan bahwa esensi wartawan adalah memperjuangkan kebenaran dan kepentingan rakyat.
Karena itu, Muzani mengatakan dirinya tidak pernah merasa benar-benar meninggalkan profesi tersebut.
“Saya tidak pernah merasa terpisah dari wartawan. Hati saya sampai sekarang masih wartawan,” ujarnya.








