“Dinas Kesehatan dibantu oleh Dinas Sosial segera memetakan yang 2.000 ini. Kemudian kalau memang bisa nanti segera diselesaikan datanya, kita sampaikan kepada Kementerian Kesehatan untuk dilaksanakan verifikasi ke lapangan. Anggarannya juga tahun 2026 ini. Kita ingin menurunkan prevalensi TBC di Kota Bogor,” ucapnya.
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dedikasi dan kerja bersama untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
“Dinas memang selalu intens turun lapangan, mereka mencari hasil dari desil 1 sampai 5 untuk terus melakukan aktivitasnya dalam menindaklanjuti keinginan masyarakat atau aspirasi masyarakat untuk perbaikan rumah tidak layak huni,” ujar Chusnul.
Chusnul menegaskan capaian tersebut juga berkat dorongan Wali Kota Bogor, Dedie Rachim dan Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin untuk terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat melalui kerja keras dan keikhlasan.
“Selalu motivasi datang dari pimpinan, kita dengan ikhlas bekerja terus-menerus termasuk taman, termasuk permukiman. Dorongan positif ini selalu kita nilai positif, jadi bukan sebagai masalah yang memang tidak bisa dituntaskan, tetapi menjadi motivasi untuk kita lebih baik lagi dalam mencapai sebuah kinerja yang memang untuk memuaskan masyarakat Kota Bogor,” ujarnya. (*)








