Serentak di Kota Bogor, Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis Sekolah

Bogor

Erna menuturkan, berdasarkan hasil pemeriksaan tahun 2025, ditemukan sejumlah kondisi kesehatan yang perlu menjadi perhatian bersama, di antaranya masalah karies gigi sebesar 48,79 persen, hipertensi dan pra-hipertensi sebesar 24,22 persen, anemia sebesar 16,87 persen, gangguan gula darah sebesar 10,08 persen, gizi lebih dan obesitas sebesar 8,24 persen, serta gizi kurang/buruk sebesar 8,21 persen.

Selain itu, hasil pemeriksaan juga menunjukkan masih tingginya persoalan kurang aktivitas fisik sebesar 70,65 persen dan tingkat kebugaran rendah sebesar 71,4 persen. Gangguan penglihatan, pendengaran, paparan asap rokok pasif, hingga indikasi gangguan kesehatan jiwa juga menjadi bagian dari temuan yang perlu ditindaklanjuti.

“Temuan dari Cek Kesehatan Gratis menjadi dasar dalam menentukan intervensi kesehatan di sekolah. Salah satunya melalui Aksi Bergizi yang berfokus pada pencegahan anemia, peningkatan aktivitas fisik, dan pembiasaan sarapan dengan gizi seimbang,” jelasnya.

Baca Juga  Dedie Rachim Minta Pengawas Inspektorat Tak Menjadi 'Momok' Bagi OPD

Kegiatan ini didukung lintas sektor, mulai dari Bagian Kesra Setda Kota Bogor, Dinas Pendidikan, KCD Wilayah II Jawa Barat, Kantor Kementerian Agama, Bunda Peduli Stunting, camat, lurah, hingga Tim Pembina UKS/M.

Melalui sinergi pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, guru, orang tua, dan peserta didik, Pemerintah Kota Bogor berharap program Aksi Bergizi dan Cek Kesehatan Gratis dapat berjalan konsisten dan berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat, aman, serta mendukung lahirnya generasi Kota Bogor yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (*)

Pos terkait