“Pemerintah akan terus berupaya menghadirkan lingkungan yang mendukung kesehatan, meningkatkan kesadaran masyarakat, dan memperkuat kolaborasi sebagai upaya pencegahan terhadap penanganan kanker,” ujarnya.
Sementara itu, dalam sambutan yang ditayangkan melalui video, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa Light of Hope mengingatkan bahwa secercah cahaya sekecil apa pun dapat menjadi sumber kekuatan bagi seseorang yang sedang berada dalam masa-masa paling sulit dalam kehidupannya.
“Cahaya itu adalah kepedulian, empati, kebersamaan, dan tindakan nyata. Kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia. Di Kota Bogor sendiri, di baliknya terdapat ribuan kisah perjuangan. Ada seorang ibu yang tetap tersenyum demi anak-anaknya meski harus menjalani kemoterapi. Ada seorang ayah yang tetap bekerja demi membiayai pengobatan. Ada anak-anak yang harus menghabiskan masa kecilnya di ruang perawatan rumah sakit,” ucapnya.
Perjuangan mereka, sambung Dedie Rachim, bukan hanya menghadapi penyakit, tetapi juga menghadapi beban psikologis, tekanan ekonomi, stigma sosial, hingga keterbatasan akses terhadap pengobatan selama proses penyembuhan.








