Wartawan Religius itu Telah Tiada

Wartawan
Alm H Bagio (kedua dari kiri) bersama penulis (paling kiri), periksa Ginting dan H Irwan Natsir usai Konfercab PWI Kabupaten Bogor 2018-2021

H. Bagio juga merupakan salah satu sosok yang mendorong jurnalisme berlandaskan adab dan nilai-nilai agama, khususnya di lingkungan PWI Kabupaten Bogor.

Setiap Rabu malam, almarhum secara rutin mengadakan pengajian di Sekretariat PWI Kabupaten Bogor. Konsistensi tersebut kemudian melahirkan Majelis Ta’lim (MT) Al-Ikhbar PWI Kabupaten Bogor. Kegiatan majelis tidak berhenti pada pengajian. MT Al-Ikhbar juga secara konsisten memberikan perhatian kepada anak-anak yatim, terutama pada momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram, Hari Asyura 10 Muharram, serta Hari Pers Nasional (HPN).

“ Hidup ini sebentar, jadi kita harus memperbanyak amal ibadah untuk bekal kita di akhirat,” kata H. Bagio kepada saya ketika mengajak mengikuti pengajian di Sekretariat PWI Kabupaten Bogor yang kala itu masih berada di Gedung Pusdai Kabupaten Bogor.

Baca Juga  ASN Kota Bogor Sisihkan Gaji, Borong UMKM dan Bagikan Kepada Warga Terdampak

Ada satu perjalanan bersama almarhum yang sampai kapan pun akan selalu saya kenang. Pada 2010, H. Bagio mengajak saya mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) untuk meningkatkan status keanggotaan dari anggota muda menjadi anggota biasa di PWI Jawa Barat.

Kala itu saya sedang bertugas di Kota Sukabumi. Saya pindah dari Kota Bogor, setelah sebelumnya bekerja di Radar Bogor, untuk menjadi Pemimpin Redaksi Harian Radar Sukabumi. Almarhum datang menjemput saya ke kantor Radar Sukabumi di Jalan Salabintana, Cimangga, Kota Sukabumi.

Pos terkait