Menurut penuturan Menteri Wihaji, pemberian bantuan GENTING bukan berbentuk uang. “Bukan uang, tapi nanti langsung jadi rumah. Ada timnya yang dari kita bersama BRI. Itu yang pertama. Yang kedua, tentu yang begini-begini masih banyak. Yang penting yang bisa kita bantu dari Kementerian, namanya GENTING, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting, pentahelix kerjasama dengan berbagai stakeholders. Ada BRI, ada Mandiri, ada BSI, ada BAZNAS, ada Rumah Zakat, ada Yayasan Kita Bisa, dan sebagainya. Tapi hari ini di Indramayu terima kasih BRI yang mendampingi kita,” ungkapnya.
Dalam pelaksanaan GENTING, Kemendukbangga/BKKBN tidak menerima atau mengelola uang tunai dari donatur, melainkan mitra atau Orang Tua Asuh (OTA) yang telah memiliki rekanan atau menunjuk pihak ketiga diperbolehkan mengelola dan memberikan bantuannya secara langsung kepada KRS sasaran. Bantuan ini diutamakan dalam bentuk paket nutrisi fisik maupun bantuan non-nutrisi (sanitasi/air bersih dan jamban sehat).
Berdasarkan data SIGA (Sistem Informasi Keluarga) jumlah KRS yg tercatat di Kabupaten Indramayu sejumlah 27.051 (hasil Verval KRS Tahun 2025). Menteri Wihaji juga mengapresiasi Kabupaten Indramayu karena angka prevalensi stunting sebesar 9,8 persen berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia pada tahun 2024, lebih rendah dari angka prevalensi stunting nasional sebesar 19,8 persen, tutupnya.








