Menurutnya, ilmu dan pengalaman yang diberikan Manggala Agni kepada perangkat daerah terkait harus menjadi bekal dalam menghadapi kemungkinan kejadian serupa di masa mendatang.
“Dalam hidup tidak ada yang kebetulan. Bapak ketika bertugas ke Jakarta langsung ditugaskan Pak Dirjen untuk membantu pemadaman di Bogor dan ditutup oleh turunnya hujan pada Sabtu (18/9) malam. Ini semua adalah rangkaian yang Allah SWT siapkan untuk kita,” kata Dedie Rachim.
Ia menilai, kejadian kebakaran tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap lingkungan.
“Ini menjadi ujian, karena ada kezaliman kepada alam yang mengajak semua pihak untuk introspeksi diri,” katanya.
Sementara itu, Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda Direktorat Pengendalian Hutan Kementerian Kehutanan, Astan P. Manurung menjelaskan, penanganan kebakaran di tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) memiliki karakteristik yang hampir serupa dengan kebakaran lahan gambut.








