Dalam proses pemadaman, Manggala Agni menerapkan prinsip 5M, yakni manajemen asap, manajemen air, manajemen sumber daya manusia (SDM), manajemen logistik, serta manajemen sarana dan prasarana (sarpras).
Astan menjelaskan, manajemen asap menjadi salah satu hal penting, karena personel tidak boleh berhadapan langsung dengan arah angin akibat paparan asap yang sangat tinggi.
“Untuk manajemen air, harus kontinu dan tidak boleh terputus. Jika berhenti atau terputus, panas api yang turun bisa kembali naik,” jelasnya.
Selain itu, manajemen sarpras harus disesuaikan dengan kondisi lapangan. Manajemen logistik juga diperlukan untuk memastikan kebutuhan personel tetap terpenuhi selama proses pemadaman berlangsung.
Sementara manajemen SDM berkaitan dengan pengaturan jumlah personel, mengingat kebakaran lahan gambut maupun TPA dapat berlangsung lebih dari satu hari, sehingga kondisi fisik dan mental personel harus tetap terjaga.








