“Alhamdulillah satu tahun pertama kami rehab sekolah melalui Sarpras Dinas Kabupaten, juga kelengkapan sarana belajar,” katanya.
Selain dukungan pemerintah, perkembangan sekolah juga tidak terlepas dari kolaborasi dengan guru, orang tua peserta didik, serta stakeholder di lingkungan sekitar, termasuk perusahaan perkebunan.
Seiring dengan pembenahan tersebut, SD Negeri Cikoneng mulai mengembangkan berbagai program untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Tahun ini, sekolah tersebut menjadi salah satu sekolah binaan Gerakan Sekolah Sehat Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
“Dan kami juga menjadi salah satu sekolah binaan Gerakan Sekolah Sehat Regional II Provinsi Jawa Barat,” ungkap Didi.
Tidak berhenti di tingkat daerah dan nasional, SD Negeri Cikoneng juga mendapat kesempatan mengikuti kegiatan SEAMEO SEPS tingkat Asia Tenggara. Didi menyebut sekolahnya menjadi salah satu perwakilan sekolah di Indonesia yang mengikuti kegiatan tersebut hingga Agustus 2026.
Capaian tersebut menjadi perkembangan penting bagi sekolah yang sebelumnya menghadapi keterbatasan fasilitas dan berada di kawasan perkebunan teh.








