Didi menilai, kondisi sekolah tidak seharusnya menjadi batas untuk berkembang. Karena itu, ia terus mendorong guru dan seluruh unsur sekolah untuk menggali potensi yang dimiliki, baik potensi personal maupun potensi lingkungan sekitar.
“Saya berusaha untuk mengajak teman-teman guru bagaimana menggali seluruh potensi, baik potensi pribadi maupun potensi yang ada di lingkungan masyarakat untuk menjadi sebuah kekuatan besar bagi kemajuan sekolah,” tuturnya.
Ia juga mendorong penguatan budaya literasi di lingkungan sekolah. Selain mengembangkan sekolah, Didi aktif menulis dan menghasilkan sejumlah karya sebagai bentuk pengembangan kompetensi sekaligus upaya membuktikan bahwa sekolah yang berada di lokasi terpencil tetap memiliki peluang untuk berkembang.
“Saya hanya ingin menunjukkan bahwa di sekolah-sekolah yang dikatakan kecil pun kita bisa untuk berkembang lebih baik,” katanya.
Didi berharap SD Negeri Cikoneng ke depan dapat menjadi salah satu sekolah yang memberikan inspirasi bagi sekolah lain di Kecamatan Cisarua. Menurutnya, sekolah unggulan tidak harus selalu diukur dari kelengkapan fasilitas, tetapi dari kemampuan sekolah mengembangkan potensi dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.
“Unggulan bukan berarti harus serba unggul apapun, tetapi barangkali bisa menjadi sebuah contoh bagi teman-teman pengelola sekolah lainnya apa yang bisa dikembangkan di sekolah Ibu dan Bapak itu sendiri,” pungkasnya.(*)








