Meski demikian, kasus gigitan hewan di Kota Bogor mencapai sekitar 160 kasus. Namun, tidak sampai pada kondisi yang sulit ditangani.
“Selain penanganan dari Puskeswan, kami juga memiliki banyak alumni IPB, khususnya yang ada di sekitar Kota Bogor, yang memang secara jejaring (networking) bisa mempercepat proses penanganan kasus-kasus,” ujarnya.
Di samping itu, Kota Bogor juga memiliki banyak klinik hewan yang dikelola oleh pihak swasta dengan total sekitar 35 klinik hewan.
Untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat, Dedie berharap Kota Bogor dapat memiliki rumah sakit hewan. Rencananya, rumah sakit tersebut akan dibangun oleh IPB di Jalan Pajajaran dan menjadi rumah sakit hewan terbesar di Indonesia.
Melalui kegiatan ini, Dedie Rachim berharap masyarakat semakin teredukasi bahwa rabies dapat dicegah dan harus segera ditangani.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Wali Kota Bogor serta Rektor IPB University atas fasilitas dan dukungan sehingga Puncak WRD dapat terselenggara.
“Acara Puncak WRD pada hari ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Bakti Peternakan dan Kesehatan Hewan ke-190 yang dimulai tanggal 26 Agustus sampai dengan 27 September 2026 hari ini,” ujarnya.








