Walikota Bogor Membuka MTQ Tingkat Kota Bogor Tahun 2026

Bogor

Menurutnya, persoalan kebersihan menjadi bagian penting dalam membangun karakter masyarakat. Ia mencontohkan berbagai kegiatan gotong royong membersihkan sungai, permukiman, sekolah, pesantren, hingga kawasan lingkungan lainnya yang masih terus dilakukan.

“Kita hampir setiap minggu mengadakan korve kebersihan, mulai dari sungai, permukiman, sekolah, pesantren, dan berbagai titik lainnya. Kalau kita masih jauh dari setting goals yang kita tetapkan, berarti masih ada persoalan yang harus kita selesaikan secara menyeluruh,” jelasnya.

Selain itu, Dedie Rachim juga menyoroti penanganan sampah yang menurutnya tidak cukup hanya menyelesaikan persoalan di hilir. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor saat ini telah menyiapkan pengolahan sampah menjadi energi listrik melalui fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).

Baca Juga  Sidak GOM Bogor Utara dan GOR, Komisi IV DPRD Khawatir Keselamatan dan Keamanan Bagi Masyarakat

Namun, ia menegaskan, sampah yang masuk ke PSEL seharusnya merupakan sampah residu yang sudah tidak memiliki nilai ekonomis.

“Alhamdulillah Pemkot Bogor sudah memiliki hilirnya melalui waste to energy plan, mengolah sampah menjadi energi listrik. Tetapi yang diterima PSEL adalah sampah yang tidak memiliki nilai ekonomis,” ujarnya.

Karena itu, Dedie Rachim mendorong agar pengelolaan sampah dilakukan sejak dari sumbernya. Sampah harus selesai dikelola mulai dari lingkungan pesantren, perkantoran, sekolah, hingga rumah tangga.

Pos terkait