“Harapannya sampah selesai di pesantren, sampah selesai di kantor, sampah selesai di sekolah, dan seterusnya. Yang masuk ke PSEL hanya sisa atau residu,” katanya.
Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun manusia Kota Bogor yang memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan. Disamping itu, Dedie Rachim mengingatkan bahwa ajaran agama juga mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari kehidupan.
“Kebersihan sebagian dari iman. Tetapi tantangan kita masih luar biasa. Sungai masih kotor, lingkungan masih belum sepenuhnya bersih. Bagaimana kita menjadikan Alquran sebagai pedoman kalau nilai-nilai yang diajarkan belum kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pembangunan Kota Bogor yang religius, maju, dan beradab membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat, tidak hanya pemerintah.
“Ini menjadi pekerjaan rumah bersama untuk membangun manusia Kota Bogor,” pungkasnya. (*)








