“Namun memang kendalanya adalah dari sekitar 335.000 penerima manfaat, bila total dapur di Kota Bogor 228, artinya setiap dapur melayani sekitar 1.500-an penerima manfaat. Sehingga memang jumlah dapur di Kota Bogor ini cukup banyak ya. Itu yang menjadi concern pertama dari Pak Wali. Jadi jumlah dapur yang cukup banyak yang ada di Kota Bogor dengan perbandingan jumlah penerima manfaat, sehingga itu yang perlu dikoordinasikan lebih lanjut,” ucapnya.
Mengenai kebermanfaatan MBG, Teguh mengatakan pihaknya terus mengingatkan SPPG agar selalu sesuai standar pelayanan atau SOP, karena manfaat ini untuk anak-anak Indonesia di masa depan.
Di samping itu, ia juga menyampaikan bahwa dapur-dapur di Kota Bogor telah memprioritaskan warga sekitar maupun warga Kota Bogor yang berada pada desil satu hingga tiga.
“MBG ini membuka lapangan pekerjaan. Sekitar 7.000 orang yang sudah dipekerjakan karena adanya dapur MBG di Kota Bogor, dan termasuk salah satunya antara desil satu dan desil tiga,” ucapnya.
“Itu yang sangat berguna sehingga adanya peningkatan kesejahteraan ya. Karena kita juga membuka lapangan kerja buat teman-teman pegawai SPPG, dan juga itu bisa berguna buat keluarganya yang bekerja, sehingga berdampak lumayan untuk ekonomi teman-teman di Kota Bogor,” sambungnya. (*)








