Dari Ciwidey, perjalanan dilanjutkan menuju Pangalengan, kawasan yang dikenal dengan udara sejuk dan lanskap perkebunan tehnya.
” Jalur yang dikelilingi hamparan hijau, udara dingin, dan kabut tipis memberikan pengalaman tersendiri bagi para peserta. Perjalanan menjadi kesempatan untuk menikmati sisi lain kehidupan di tengah kesibukan sehari-hari,” ucapnya.
Bagi komunitas ini, pengalaman touring tidak diukur dari seberapa cepat tiba di tujuan, melainkan dari bagaimana setiap peserta dapat menikmati perjalanan dengan aman dan membawa pulang kenangan menyenangkan.
Karena itu, prinsip safety riding menjadi perhatian utama. Para peserta diajak untuk tetap tertib, menjaga jarak berkendara, serta tidak mengutamakan kecepatan maupun kapasitas mesin sepeda motor.
Bukan Sekadar Motoran, tetapi Cara Bapak-Bapak Menjaga Kebahagiaan.
Ketua Umum Komunitas BSI, Dhika Kamal, mengatakan bersama komunitasnya ingin menjadikan kegiatan ini sebagai ruang positif bagi para bapak untuk menikmati waktu luang tanpa harus meninggalkan tanggung jawab terhadap keluarga.
Selain itu, kata dia, Touring perdana ke Ciwidey dan Pangalengan sekaligus menjadi perwujudan semangat yang mendasari lahirnya Bapak Senggang Indonesia, menyediakan ruang berkumpul, berbagi pengalaman, dan mengisi kembali energi setelah menjalani rutinitas pekerjaan.
“Melalui perjalanan ke Ciwidey dan Pangalengan ini, kami tidak hanya menikmati indahnya alam Bandung Selatan, tetapi juga saling mengisi energi positif,” terangnya.
Perjalanan singkat seperti ini membuat pikiran kembali segar, sehingga saat pulang ke rumah, kami bisa kembali menjalankan peran sebagai bapak dan suami dengan lebih bahagia,” ungkap perwakilan Komunitas BSI.
Menurut Dhika, menjadi seorang bapak membawa tanggung jawab besar. Kesibukan mencari nafkah dan mengurus keluarga terkadang membuat waktu untuk diri sendiri menjadi terbatas.
“Karena itu, kegiatan sederhana seperti berkumpul, menikmati kuliner, dan berkendara bersama dapat menjadi sarana untuk menjaga keseimbangan antara pekerjaan, kehidupan pribadi, dan keluarga,”ujarnya.
Pesan yang ingin disampaikan pun sederhana, bapak-bapak juga membutuhkan waktu untuk beristirahat, menikmati hobi, dan menjaga kebahagiaan diri agar dapat kembali hadir secara positif bagi keluarga.
Dia menyampaikan, bahwa makan bersama jadi penutup, silaturahmi jadi tujuan.
Setelah menikmati perjalanan menyusuri kawasan Bandung Selatan, rangkaian touring ditutup dengan Kegiatan Sosial berupa makan siang bersama dengan Siswa-Siswi Pesantren Yatim Piatu di wilayah Ciwidey.
Suasana kebersamaan menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para peserta tidak hanya berbagi pengalaman selama perjalanan, tetapi juga berbincang mengenai pekerjaan, keluarga, hobi, hingga rencana kegiatan komunitas berikutnya.








